Rabu, 10 September 2008

For now...

To hell with intifada...ever wonder where your donation went to?
To hell with Palestinian kids...yea like u know them

For now Prumpung sluts and Manggarai Station bums are priority

To hell with sharia
To hell with dakwa and preaches...

For now rice and fuel are priority

Just for now though.

Kamis, 04 September 2008

Hiten Mitsurugi Ryuu[Bagian 2]

Yak, karena udah lumayan lama ditinggalin sekarang saya mulai lagi reviewnya.

Shirahadori

Menurut Watsuki teknik ini ada disemua aliran kenjutsu. Inti dari teknik ini adalah menghentikan sabetan pedang lawan dengan tangan kosong baik menggunakan satu atau kedua tangan. Ini adalah satu-satunya teknik kenjutsu tanpa pedang, bisa dibilang teknik bertahan terakhir saat sudah tidak memegang pedang atau saat desperate. Tapi tidak tepat juga sih kalau dibilang teknik desperate. Pasalnya dari semua tokoh Ruroken yang pernah menggunakan shirahadori tidak satupun terkesan pasrah akan mati. Malahan mereka bisa membalikkan keadaan dan bisa membalas serangan lawannya. Dengan intuisi, perhitungan cermat dan kepercayaan diri yang tinggi setidaknya ada tiga tokoh Ruroken yang berhasil melakukannya dengan sempurna.

Berikut cuplikannya:
1. Kenshin Himura
Dalam bagian akhir pertarungannya dengan Aoshi Shinomori di kediaman Kanryu Takeda, Kenshin berada dalam posisi terdesak menunggu serangan Kaiten Kenbu kedua dari Aoshi. Satu hal yang disadari Kenshin bahwa ia tak mungkin menghentikan jurus gerakan air mengalir Aoshi. Namun ia juga menangkap kalau ada cela dan jeda saat Aoshi beralih dari posisi bertahan ke posisi menyerang. Jeda singkat itulah yang dimanfaatkan Kenshin yang kemudian membuang pedangnya sendiri dan menangkap pedang Aoshi dengan kedua telapak tangannya. Akhirnya ia berhasil merebut pedang Aoshi dan menghantamkan gagangnya ke leher Aoshi.
2. Aoshi Shinomori
Aoshi seperti berada pada akhir harapannya saat dia didesak oleh Suzaku yang mampu meniru semua teknik Oniwabanshiki, bahkan ougi Kaiten Kenbu Rokuren miliknya. Sampai pada akhirnya Suzaku berhasil membuat Aoshi kehilangan kedua kodachi-nya, dan berniat melakukan serangan terakhir. Namun karena ketenangan karakter yang dimilikinya serta penguasaan yang mendalam akan tekniknya sendiri, Aoshi berhasil menangkap pedang Suzaku dan mematahkannya. Keduanya tak bersenjata dan Aoshi akhirnya keluar sebagai pemenang dalam pertarungan tangan kosong dengan teknik kempo.
3. Makoto Shishio
Berbeda dengan kedua tokoh diatas, Shishio masih memegang pedang dengan penuh percaya diri saat menangkap pedang milik Kenshin yang menyerang dengan Ryu-Shou-Sen. Shishio bisa membaca garis serangan Ryu-Shou-Sen karena sebelumnya pernah melihat Kenshin melakukan serangan yang sama pada Senkaku di desa Shingetsu.

Menutup review tentang shirahadori, pada buku ke-28 Rurouni Kenshin digambarkan Yahiko Myoujin remaja terkenal di seantero Jepang sebagai masternya seribu teknik shirahadori.


Sampai review berikutnya,

Stay healthy ;)


Sebelumnya:
Hiten Mitsurigi Ryuu[Bagian 1]